TerasAnak

bergembira, bermain dan belajar

  I  

0

Makna Nasionalisme

Selasa, 11 Februari 2014 - 01:44:59 |oleh:Rizal Faizal |Dibaca: pembaca
Loading the player...

Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris nation) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.

Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa "kebenaran politik" (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu "identitas budaya", debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.

Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot. Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak beranjak dari situ. Saat itu, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempatnya hidup dan menggantungkan diri. Dari sinilah cikal bakal tubuhnya ikatan ini, yang notabene lemah dan bermutu rendah. Ikatan ini pun tampak pula dalam dunia hewan saat ada ancaman pihak asing yang hendak menyerang atau menaklukkan suatu negeri. Namun, bila suasananya aman dari serangan musuh dan musuh itu terusir dari negeri itu, sirnalah kekuatan ini.

Dalam zaman modern ini, nasionalisme merujuk kepada amalan politik dan ketentaraan yang berlandaskan nasionalisme secara etnik serta keagamaan, seperti yang dinyatakan di bawah. Para ilmuwan politik biasanya menumpukan penyelidikan mereka kepada nasionalisme yang ekstrem seperti naziisme, pengasingan dan sebagainya.


  • Tujuan pendidikan adalah untuk menggantikan pikiran yang kosong dengan pikiran yang terbuka.

    (Malcolm S. Forbes)
  • Pembelajaran tidak dicapai secara kebetulan, itu harus dicari dengan semangat ketekunan.

    (Abigail Adams)
  • Akar pendidikan itu akan terasa pahit, namun buahnya akan terasa manis.

    (Aristotle)
  • Hiduplah seakan kamu akan mati besok, belajarlah seakan kamu akan hidup selamanya.

    (Mahatma Gandhi)
  • Pendidikan adalah tiket ke masa depan, hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinyasejak hari ini.

    (Malcolm X)
  • Pendidikan bukanlah persiapan untuk hidup, pendidikan adalah kehidupan itu sendiri.

    (John Dewey)
  • Buku adalah jendela kehidupan. Buku adalah sahabat orang yang suka membaca. Buku yang baik laksana sahabat karib . Buku dan sahabat, sebaiknya sedikit tetapi baik . Buku adalah pengusung peradaban.

    (Rizal Faizal)